Saturday, December 19, 2015

"Kapan Kita Punya Anak Lagi?"



"Kalau udah dikasih Allah lagi"

Tamat.



Wkwkwk. Awal mula pernikahan kami tentunya sudah berharap dikasih anak. Namun versi realistisnya adalah di keluarga suami ada turunan lama jeda waktunya hingga hamil, dibarengi dengan kenyataan bahwa gw dan suami bukan tipe suka anak kecil sebenernya. Kalau boleh menghindar, kami lebih memilih menghindar. Meskipun gw tumbuh besar dengan sepupu-sepupu yang usianya terlampau jauh, jadi gw jatohnya ya terbiasa lah dengan anak kecil. Dibilang sukapun sebenernya engga. Bahkan sahabat-sahabat jaman SMA pun sudah ngecap gw sebagai orang yang nikahnya di usia lanjut, saking ga keliatan gw mau punya anaknya. Tapi jodoh ye jeng, malah yang nikah pertama di geng-gong kami dan pada usia muda.


Salah satu yang gw syukuri dalam rumah tangga kami adalah suami dan mertua ga pernah ngejar-ngejar soal hamil anak kedua. Bahkan setelah lahiran bocil, kayaknya kemarin pertama kalinya suami nanyain kapan hami lagi, hampir 4 tahun ga pernah ngebahas. Which menurut gw sangat menenangkan hati. Alhamdulillah lagi karenanya.

Ini sebenernya pengen ngebahas hadits yang ngebahas hak hamil itu keputusan istri. Tapi ga nemu-nemu dari googling. Atau bacaan gw salah ya waktu itu. Dikatainnya seinget gw ada sahabat yang datang menemui Rasulullah menanyakan bolehkah Azl karena anak kami sudah banyak, Rasulullah jawab tanyakanlah kepada istrimu. Yang tafsir salah satunya menunjukkan bahwa istri mempunyai hak untuk memutuskan hamil lagi atau engga. Tapi kok ga nemu ya haditsnya. Haduuuh kacau bener gw berilmu.

Yah itulah kalau ada yang tau, boleh taro di komen. Nanti ditampilin di mari. *antiklimaks

Sunday, December 13, 2015

Syukur Tidak Mengenal Rupa juga Fisik

Udah lama pengen nulis ini. Tapi bawaan males melulu. Muahaha

Pada suatu hari tersebutlah seorang mamak yang ordernya ditinggal sebentar nemenin anak ngeliatin kambing. Kambing tersebut berada di halaman mushola sekaligus rumah orang. Jadi rada-rada halaman milik bersama lah.

Tetiba...
Kucluk kucluk seorang mamak lainnya datang bersama bocilsnya. Jadilah ramai halaman tersebut dengan debocils and dekambings.

Mamak kedua memulai percakapan "Si fulan hebat ya. Memang keliatan beda dia. Sudah pinter. Sadar kalau mamanya ada dua", katanya ngomongin salah satu bocils yang main di situ.
Hah? Apa? Mamanya dua? Poligami? Dan kepopun berlanjut. Niatnya sih bukan gosip, pengen tahu kondisi anak fulan tadi. Tapi ya... Allah saja yang tahu niat sebenernya. Hehe
"Iya, kan papanya fulan nikah lagi abis cerai dari mamanya. Sering dibawa ke sana juga, jadi tau mama kandung sama mama tiri. Kalo adeknya kan ga ngalamin punya papa"

Ceritanya orang tua fulan cerai ga lama setelah anak kedua mereka lahir. Dan gw engga ngeh selama ini. Eh maksudnya mamak pertama ga ngeh berita tetangganya yang sering main bareng bocil. Memang sih sejak beberapa bulan sebelumnya ngerasa kalau fulan jadi lebih pendiem kalo ketemu di jalan dan jarang main ke rumah lagi. Ternyata anak sekecil itu sedang memendam pikirannya sendiri.

Terlepas dari kasus fulan

Sebenernya gw mengakui adanya rasa iri sekaligus kagum. Ada ya suami istri cucok banget kayak mereka. Istrinya langsing cantik. Suaminya manly cakep. Serasi lah diliatnya. Gw ama mas agun juga serasi sih, suami tinggi + istri lebar, serasi lah. Tapi yah gw semacam disadarkan kalau gw harus bangun dari judging people base on appearance.

Keserasian fisik tidak menjamin kalau pasangan menjalani hidup bahagia. Penampilan seseorang tidak menunjukkan kepuasan dia terhadap hidupnya. Dan gw merasa sangat sangat bodoh pernah berpikir seperti itu. Betapa gw pernah ngiri dan berandai.

Setelah mengetahui itu cukup gw dengan tingkat keserasian postur adanya apa dengan suami gw. *Pembenaran dengan berat badan inih*. Ada rasa sedih ketika mengetahui apa yang dialami si fulan. Ada rasa menyesal kenapa gw pernah banding2in. Dan juga ada rasa syukur. Terserahlah gw ama mas agun kurang elok disandingkan. Ga masalah. Asalkan kami bahagia bersama bocils penampakan kami ga serasi pun ga mengapa

Friday, October 16, 2015


Beginian muncul di timeline gw. Jadi inget baru pake kata ini ke mas agun. Ceritanya gw lagi minta sesuatu yang mas agun lebih suka, tapi gw mengusulkan alternatif lain - yang sebenernya sama aja hasilnya. Lalu mas agun membeberkan alasan-alasan kenapa cara pertama lebih baik. Terus keluar deh kata itu

"Ya udah"

Keliatan sih mas agun mau lanjutin penjabarannya. Tapi gara-gara gw ngomong itu terus mas agun diem.

Selesai

Monday, September 14, 2015

Takjub Dengan Pemutakhiran Teknologi di Lembaga Amil

Bismillah. Bikin disclaimer dulu bahwa tulisan ini bukan dalam rangka menunjukkan kekayaan. Kalaupun ada terbersit niat tersebut dalam hati gw, mudah-mudahan Allah ampuni dan sepanjang penulisan ini hingga nanti niatnya lurus terus.

Pertama, pandangan gw itu sempit. Gw mengira yang namanya lembaga amal, lembaga keuangan syariah, secara jujur, itu terbelakang. Bukan soal itung-itungan atau penyaluran dananya ya. Gw kira ya badan seperti itu sistem pengolahan datanya masih jadul. Kayak konfirmasi manual, member area yang kurang modern dll. Sepertinya sih masih ada anggapan seperti itu juga di kepala gw. Sekali lagi, ga menyangsikan soal amanah loh.

Tapi beberapa hari ini gw cukup takjub dengan perkembangan koneksi kemudahan dalam menyalurkan keinginan ibadah baik sedekah, zakat, dll. Yang cukup dekat yaitu... Qurban. Gw punya "membership" di ACT - Aksi Cepat Tanggap. Di member area nya bisa konfirmasi sudah melakukan misal sedekah atau zakat. Masukin tanggal, peruntukan sedekah, berapa banyak transfer, ke rekening mana. Jadul bukan? Modern sih tapi ya masih manual, jadi menurut gw jadul *so update deh*. Alhamdulillah, dengan izin Allah, si fulan bisa membeli seekor kambing tahun ini. Yang rencananya pengen lewat web superqurban, tapi tampilannya itu mbingungi. Jadi pengen nanya dulu ke CS,
"harganya berapa?"
"ready stock ga?"
"ada warna apa aja?"
Dikata belanaja online. Wkwkwk.
Karena bingung dengan web nya, meskipun cukup jelas sih *gimanah?*, jadinya menunda dulu. Entah lewat carefour yang booth di depan itu atau lewat badan amil lain yang bisa gw pahami. 

Lagi-lagi Maha Besar Allah, di timeline fb gw muncul iklan ini

Kampret kan si fb ngambil-ngambil history jalan-jalan gw. Jadi lah di klik yang menuju ke halaman BukaLapak

Gampang ga beli qurban dari sini? Gampang, biasa belanja online. Add to chart - ambil token - lunas. 

But not that's the big point. 

Setelah selesai dengan bukalapak, email dan no hape gw yang terkoneksi dengan membership ACT, yang emailnya sama dengan ketika daftar bukalapak dapet notifikasi ucapan terima kasih.

Jadi data bukalapak --> dicek di membership ACT ---> ternyata sudah member --> konfirmasi penerimaan dana

itu keren men. Datanya ga setengah-setengah, diintegrasiin yang qurban di bukalapak dan data di ACT sendiri. Baru setelah beberapa jam dapet sms terima kasih ke no hape gw yang didaftarin di bukalapak yang berbeda dengan yang di ACT.

Kesimpulannya gw ga tau daleman cara kerja ACT, yang gw anggap jadul, ternyata mereka sudah berinovasi yang gw belum liat saja. Yang diberi kecukupan harga, silahkan ditunggu qurban nya. Kayaknya qurban itu hari besar Islam yang selalu Aliv tunggu-tunggu deh. Dia bisa ikut ke mesjid yang jauh dan liat kambing n sapi berserakan #creepy

Sunday, August 23, 2015

Manfaat Yoghurt Heavenly Blush Untuk Ibu Hamil

Untuk posting kali ini akan dibahas mengenai Heavenly Blush, salah satu merek yoghurt yang paling bagus. Tentunya teman sekalian sudah tidak asing dengan merek ini. Sudah sering tayang iklannya dan merupakan merek yoghurt terkenal. Yoghurt aneka rasa sudah banyak tersedia di pasaran tapi apakah teman-teman sudah tahu apa saja manfaat yoghurt bagi kesehatan. Dari sekian banyak merek tersebut, Heavenly Blush adalah yoghurt yang aman untuk ibu hamil. Meskipun ibu hamil tersebut alergi lakstosa susu. Heavenly Blush juga yoghurt yang baik untuk diet. Karena dia mengandung serat yang mengenyangkan lebih lama dan membantu melancarkan buang air. Dari banyak merk yoghurt di Indonesia, Heavenly Blush muncul ke permukaan dengan inovasi produk mereka yang akan kita bahas lebih lanjut.



Heavenly Blush Yogurt Drink To Go
Rasa : Strawberry, Peach & Blackcurrant
Ukuran : 200 ml
Harga : Rp. 8,300
Tersedia di seluruh Indonesia.

Apa itu yoghurt?

Yogurt merupakan produk hasil fermentasi dari susu oleh bakteri asam laktat. Yoghurt mengandung banyak nutrisi yang sama dengan dikandung susu terutama kalsium, vitamin, mineral, asam betahidroksi, dan zinc. Juga manfaat bakteri sendiri untuk pencernaan. Karena sudah diuraikan dalam proses fermentasi, yoghurt lebih mudah dicerna oleh tubuh, dibanding dengan susu tanpa pengolahan apa-apa. Jadi untuk penderita sensitif laktosa atau lactose intolerance tidak perlu khawatir akan efek samping ke pencernaan ya. Kalian juga, terutama ibu hamil, bisa mendapat asupan kalsium susu dari produk yoghurt.

Yoghurt tidak selalu asam!

Udah perut gede, pake sakit perut maag pula. Bete banget. Tapi... Sekarang sudah ada Heavenly Blush Yogurt Drink To Go yang rasa asamnya enak dan pas. Sebenernya sudah menjadi ciri khas produk fermentasi yaitu hasil akhirnya ada rasa asam. Tapi Heavenly Blush menggunakan bakteri generasi terbaru dimana yoghurt memiliki rasa asam yang pas. Buat para penikmat yoghurt tau lah ya asamnya rata-rata tuh bagaimana, yang kadang menyebabkan orang-orang (senang) manis macam gw jadi males minumnya. Meskipun asam, tapi tidak menyebabkan maag ya ibu-ibu. Perlu diluruskan inih. Yang menyebabkan maag itu adalah makanan yang bersifat asam, bukan yang rasanya asam. Yoghurt Heavenly Blush malah membantu menyembuhkan maag, sama seperti cuka apel yang rasanya asam juga. Bakteri baik dalam yoghurtlah yang bekerja dalam mencegah maag terjadi.

Mau tubuh sehat, kulit cantik?

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa terdapat kandungan zinc dalam yoghurt. Kandungan zinc ini dapat mencegah timbulnya jerawat dan mempercepat penyembuhan luka. Tapi tetep dijaga kebersihannya, jangan jorok tangannya pegang-pegang jerawat mentang-mentang minum yoghurt. Kandungan asam beta hidroksi membuat kulit kami menjadi lembut, kenyal, dan lebih cerah. *tuuuh tuuuh tambah ngiler deh yang pengen putihin kulit*. Susu yang produk awal sebelum jadi yoghurt dipilih dari susu rendah lemak dan juga rendah gula. Sehingga ga usah khawatir kalori berlebih. Pas untuk para ladies yang ingin tampil cantik, tubuh sehat, dan ga nambah berat badan. Hehe. Ga nambah berat badan ga berlaku buat ibu hamil :p

Heavenly Blush dikemas dalam kemasan tetrapack 200 ml. Kamu bisa minum dimana saja juga kapan saja. Kemasan ini merupakan inovasi baru untuk kemasan yoghurt. Heavenly Blush tidak harus disimpan dalam kulkas karena dikemas secara aseptis sehingga dapat tahan lama walaupun bebas pengawet. Gw juga termasuk yang khawatir kalo bawa yoghurt buat diminum di luar karena ya takut basi ini. Lebih sering minum di rumah yang disimpen di kulkas. Tapi Heavenly Blush gampang banget mau diminum dimana juga.

Ayo ibu-ibu, sayang bayi... Sayang bayi... Segera dapatkan semua manfaat susu dalam kenikmatan dan kesegaran yoghurt strawberry. Heavenly Blush rendah lemak, tinggi kalsium, dan kaya akan serat prebiotik yang baik untuk pencernaan. Nikmati Heavenly Blush Yogurt Drink To Go strawberry setiap hari. Jadikan hidup kamu lebih sehat dan cantik.

See? Heavenly blush adalah yoghurt yang bagus dan bermanfaat untuk ibu hamil. Kecuali untuk menjaga berat badan sih. Kagak ngefek kalo ituh. Coba dulu pas gw hamil udah ada beginian, kan ga ada adegan embak-embak kucel ranselan perut gede yang nyedotin susu UHT. Agak gayak dikit gitu loh minum Heavenly Blush di angkot. Wkwkwk. Yang mendoakan agar gw lebih gaya di hamil kedua akan gw amiin-kan semoga kalian juga gaya saat hamil. Makasih :D

Eh jadi ini rangkuman manfaat yoghurt dan keunggulan Heavenly Blush:
1.Rasa asam pas, karena dihasilkan dari bakteri generasi terbaru.
2.Kemasan praktis dan dapat dibawa kemana saja. Heavenly Blush dibuat dengan proses UHT serta dikemas secara aseptis. Menjadikannya awet tanpa bahan pengawet .Tidak mudah basi walaupun ga disimpan di dalam kulkas.
3.Tinggi kalsium. Yoghurt yang baik untuk ibu hamil, bermanfaat untuk janin. Dan menunjang aktifitas sibuk orang kantoran
4.Rendah lemak – hanya 100 kalori, cocok buat yang lagi diet
5.Gula lebih sedikit
6.Mengandung prebiotik (Inulin & GOS) yang membantu menstabilkan gula darah dan tekanan darah, kesehatan pencernaan, serta menurunkan kolestrol.

Monday, June 01, 2015

Bersyukurlah Akan Datang Hikmahnya

Suati hari gw nonton "Damailah Indonesiaku" di TV One. Lupa temanya apa. Tapi waktu itu jos banget nusuknya. Yang tausiyah habib asal Mekah tapi tinggal di Indonesia yang gw lupa siapa nama beliau. Allah tahu siapa yang gw maksud, mudah2an pahala beliau senantiasa mengalir.

Beliau bercerita:
Suatu hari saya dan kru TV akan melakukan syuting di Mekah. Di Mekah, tidak bisa sembarangan syuting, harus keluar izin dahulu dari pemerintah setempat. Namun ketika kami sudah tiba di lokasi, izin syuting belum keluar juga. Padahal tim hanya punya sedikit waktu berada di Mekah. Akhirnya saya putuskan mengajak kru TV untuk memulai syuting. Benar saja, tidak lama kemudian beberapa orang polisi mendatangi kami dan meminta diperlihatkan izin syuting. Kami tidak bisa memperlihatkan izin tersebut karena memang tidak punya. Akhirnya polisi tersebut mengangkut saya dan tim ke kantor polisi. Kru TV sudah mulai ketakutan, khawatir, gelisah, dsb. Saya tenang-tenang saja, Alhamdulillah, Astagfirullah, saya akan menghadapi konsekuensinya, dan insya Allah akan ada hikmahnya. Setelah menunggu, saya dipanggil untuk menghadap ke kepala bagian izin syuting (lupa jabatannya apa, pokoknya bagian kepolisian yang ngurus perizinan). Saya yakin pasti ada hikmahnya.
Dan benar saja
Ternyata kepala bagian tersebut adalah sahabat ketika saya masih kecil. Dia bertanya kenapa kami tidak memiliki izin. Saya jawab bahwa izin sudah diurus tapi memang belum keluar, sedangkan kami tidak bisa berlama-lama lagi. Dia jawab, ya sudah tidak ada masalah untuk ini, akan diuruskan izinnya. Kemudian dia memberikan nomer kontaknya sambil menyampaikan kalau besok-besok mau syuting lagi langsung kontak dia, izin tidak lama keluar.

Udah nih cerita habibnya. Beliau bilang kalau bertemu dengan kesulitan, syukuri dulu. Ucapkan dulu alhamdulillah. Baru selanjutnya istigfar. *bukan adab, bukan sunah, ini hanya anjuran ya kawans. jangan tanyain ada di alquran ayat berapa*. Setelah itu mau nangis, mau sedih, silahkan. Itu juga luapan perasaan kita. Tidak apa-apa mau menangis sesudahnya.

Dan gw yang ~nyessss~ rasanya meleleh hati ini. Diinget-inget rasanya memang gw lebih banyak istigfar nya ketika menghadapi masalah, bukan alhamdulillah nya. Maksudnya jarang sekali mengingat bahwa masalah tersebut adalah cerita yang sudah dituliskan Allah, yang pasti terbaik buat gw, yang terjadi untuk bisa diambil hikmahnya. Kebanyakan inget susahnyaaaa mulu *capede*

Kemaren terlintas di timeline tapi ga baca lengkap. Di situ dikatakan "Manusia cuma dicelup saja di surga sudah cukup mengobati semuanya". Ah apalah gw. Masih banyak nikmat kok liatnya musibah doang

Saturday, May 23, 2015

Cari "Meaning" Bukan Kejar Uang

Berawal dari baca tulisan Pak Rhenald Kasali di mari, mau ga mau gw teringat masa2 galau yang belum lama lewat. Masa-masa dikala gw baru lulus apoteker, baru melahirkan Aliv, dan dalam keterbatasan finansial. Sejak SMA gw menyimpan bayangan di kepala gw kalau gw akan menjadi seorang programmer, terima job, ngerjain di rumah. Bayang-bayang menjadi manajer, direktur, atau jabatan yang keliatan keren lainnya di kantoran jarang sekali dan ga sreg buat gw. Dulu sih gw ga tau kenapa. Cuma sesederhana pendapat "Kayaknya enakan kerja di rumah deh. Santayyyy".

Setelah melahirkan Aliv sempat beberapa saat mencoba menjalan Sikun Footwear lagi, tapi ga ada sales terus. Nyari kerja sambilan di kaskus, ketemu job buat komen dan nulis alamat web di web orang lain (yang belakangan kemudian gw baru tau itu job bikin backlink). Si pemberi kerja nyuruh ngikutin step-step di salah satu thread di ads.id - yang kemudian gw anggap menjadi "rumah" tempat saudara sesama nasib berkumpul. Dari kerja sambilan kaskus itu lumayan bisa dapet 100-150rb per job, yang selesainya seminggu yang kurang tidur sambil ngurus bayi baru lahir, tapi alhamdulillah cukup buat beli pulsa internet sendiri. Berlanjut jualan Maijah dagangan adek gw, berlanjut dagang sabun herbal - yang kemudian susah stok, berlanjut jualan likes fb - yang kemudian supliernya susah masukin order.

Saat semua dagangan gw menghadapi kebuntuan2, gw nelongso lagi. Gw berdoa supaya bisa mendapat penghasilan dan kalau bisa gw tetep kerja di rumah. Saat itu orientasi gw adalah supaya bisa ngurus anak sendiri, bukan soal santay lagi. Ga ada pemasukan berlanjut ke harian, ke mingguan, lalu mulai masuk ke sebulan. Tabungan gw udah mau habis untuk pengeluaran rutin. Saat itu doa dan tangisnya makin kenceng. Gw tau kalo rezeki itu sudah pasti. Tapi gw sedih banget menyadari bahwa mungkin gw harus kerja kantoran ninggalin anak untuk menjemput rezeki itu.

Gw inget perasaan gw ketika bikin lapak kaskus ini, penuh doa, kepasrahan "Ya Allah ini ikhtiar terakhir hamba. Kalau lancar alhamdulillah. Kalau mentok juga ya sudah mudah2an hamba kuat ninggalin anak hamba buat ngantor". Dan kemudian apa men? Sales meledak-ledak. Seminggu pertama gw udah ada penjualan. Berlanjut ke penjualan berikutnya. Berlanjut ke reseller 1 - reseller 2 - dst. Bulan ke 3 jualan jasa instagram, gw udah bisa membukukan *bahasa super gaya sekali* omset se-anu dalam sehari. Jarang sih emang. Dan emang omset, bukan untung yang gw dapet. Tapi bagi gw itu luar biasa banget.

Kembali ke tulisan Pak Rhenald Kasali. Gw ga tau apa yang gw jalanin ini adalah "meaning". Keuntungan jasa gw baru terbagi ke gw dan reseller2 saja, belom ke khalayak luas. But you know what? Gw merasa sangat puas dengan kondisi sekarang. Masih sering pas pengen - pas ada order. Tabungan juga seadanya mudah2an cukup kalau terbentur kondisi tidak terduga. Tapi puas men. Alhamdulillah.

Gw bukan programmer yang kerja remote dari rumah. Gw seorang ibu rumah tangga yang jualan jasa instagram sementara mengurus suami dan anak dalam rumah mungil yang seringnya berantakan. Tapi jujur gw udah merasa lengkap. Masalah pasti ada... datang dan pergi, itu pasti. But overall gw merasa sangat beruntung bisa ketemu hal-hal aneh dalam hidup gw yang mengarahkan gw menjadi seperti sekarang. Yang gw kejar simpel, cuma pengen bisa berpenghasilan dari rumah ga perlu ninggalin anak. Berpenghasilan secukupnya saja, alhamdulillah. Biarpun terpaan jadi PNS dan ngantor itu terhembus dari saudara kanan kiri, dan bertahan teguh untuk anak, sementara uang ga ada.

Gw ga berharap semua orang ngerti atau appreciate dengan apa yang gw lakukan. Orang ga ngerti kok kalau belum pernah ngalamin ini sendiri. Rasa tercabik-cabik mendengar omongan orang untuk cari kerja padahal ingin kita hal yang lain. Dan gw rasa itu yang membuat gw dan suami saling menguatkan.


OOT dikit
Pernah suatu kali gw ngepost suatu gambar yang mewakilkan perjuangan gw. Dan seorang temen komentar "Terus gunanya suami apa?". Gw ga bales komen, bayangkan semua fb melihat balasan komen gw. Gw jawab di sini aja : Bersyukurlah lo ga perlu kerja buat bantuin suami lo. Bersyukurlah suami lo berkelimpahan dan memberikan sebagian besar kelimpahan itu ke elo. Bersyukurlah ladang amal lo ngedidik anak sekuat tenaga. Engga semua orang mendapat nikmat dan cobaan seperti itu. Buat gw inilah nikmat dan cobaan gw.