Monday, June 01, 2015

Bersyukurlah Akan Datang Hikmahnya

Suati hari gw nonton "Damailah Indonesiaku" di TV One. Lupa temanya apa. Tapi waktu itu jos banget nusuknya. Yang tausiyah habib asal Mekah tapi tinggal di Indonesia yang gw lupa siapa nama beliau. Allah tahu siapa yang gw maksud, mudah2an pahala beliau senantiasa mengalir.

Beliau bercerita:
Suatu hari saya dan kru TV akan melakukan syuting di Mekah. Di Mekah, tidak bisa sembarangan syuting, harus keluar izin dahulu dari pemerintah setempat. Namun ketika kami sudah tiba di lokasi, izin syuting belum keluar juga. Padahal tim hanya punya sedikit waktu berada di Mekah. Akhirnya saya putuskan mengajak kru TV untuk memulai syuting. Benar saja, tidak lama kemudian beberapa orang polisi mendatangi kami dan meminta diperlihatkan izin syuting. Kami tidak bisa memperlihatkan izin tersebut karena memang tidak punya. Akhirnya polisi tersebut mengangkut saya dan tim ke kantor polisi. Kru TV sudah mulai ketakutan, khawatir, gelisah, dsb. Saya tenang-tenang saja, Alhamdulillah, Astagfirullah, saya akan menghadapi konsekuensinya, dan insya Allah akan ada hikmahnya. Setelah menunggu, saya dipanggil untuk menghadap ke kepala bagian izin syuting (lupa jabatannya apa, pokoknya bagian kepolisian yang ngurus perizinan). Saya yakin pasti ada hikmahnya.
Dan benar saja
Ternyata kepala bagian tersebut adalah sahabat ketika saya masih kecil. Dia bertanya kenapa kami tidak memiliki izin. Saya jawab bahwa izin sudah diurus tapi memang belum keluar, sedangkan kami tidak bisa berlama-lama lagi. Dia jawab, ya sudah tidak ada masalah untuk ini, akan diuruskan izinnya. Kemudian dia memberikan nomer kontaknya sambil menyampaikan kalau besok-besok mau syuting lagi langsung kontak dia, izin tidak lama keluar.

Udah nih cerita habibnya. Beliau bilang kalau bertemu dengan kesulitan, syukuri dulu. Ucapkan dulu alhamdulillah. Baru selanjutnya istigfar. *bukan adab, bukan sunah, ini hanya anjuran ya kawans. jangan tanyain ada di alquran ayat berapa*. Setelah itu mau nangis, mau sedih, silahkan. Itu juga luapan perasaan kita. Tidak apa-apa mau menangis sesudahnya.

Dan gw yang ~nyessss~ rasanya meleleh hati ini. Diinget-inget rasanya memang gw lebih banyak istigfar nya ketika menghadapi masalah, bukan alhamdulillah nya. Maksudnya jarang sekali mengingat bahwa masalah tersebut adalah cerita yang sudah dituliskan Allah, yang pasti terbaik buat gw, yang terjadi untuk bisa diambil hikmahnya. Kebanyakan inget susahnyaaaa mulu *capede*

Kemaren terlintas di timeline tapi ga baca lengkap. Di situ dikatakan "Manusia cuma dicelup saja di surga sudah cukup mengobati semuanya". Ah apalah gw. Masih banyak nikmat kok liatnya musibah doang

No comments: