Saturday, November 26, 2011

Kasih Ibu Tak Terhingga Sepanjang Masa

Nah, ini judul yang agak lebih oke. Beberapa hari yang lalu, saat ke kampus naek angkot 19,, alhamdulillah, Allah menakdirkan gw ketemu dengan seorang ibu dengan anaknya. Ibunya biasa aja, khas ibu-ibu lah ya, umurnya sekitar 30an awal. Maaf agak suka disorientasi kalo ngira2 umur, karena tampangkupun terlalu kecil untuk seumurku. Hahaha. Anaknya perempuan, sekitar 5 tahun, cantik deh. Rambutnya keriting kecil2 gitu. Gw ga tau menurut orang lain, tapi menurut gw anak itu lucu.

Ibu dan anak itu duduk sebelah gw, di belakang supir. Si supir komentar tentang anaknya "Anaknya cantik ya, bu". Si ibupun menjawab "Iya, banyak yang bilang dari kecil". Si supir membalas lagi "Tuhan Maha Kaya ya, bu". Si ibu membalas dengan senyuman.

Perjalanan berlanjut. Anak itu mulai menunjukkan keaktifan anak seusianya. Mulai berceloteh dan tertarik pada hal-hal unik yang dia liat di jalan. Angkotpun semakin penuh, secara ni angkot 19 jadi favotir buat ke stasiun tanjung barat

Terus gw baru sadar kalau anak tersebut berbicara dengan tidak jelas. Kayak mumbling gitu loh *halah, istilah opooooo*. Untuk anak seumur dia ya, cara bicaranya tidak jelas. Gw kurang bisa nangkep obrolannya dengan si ibu. Dan itu ternyata juga menarik perhatian penumpang lain. Satu persatu bergantian melirik ke si anak perempuan

Gw baru nyadar lagi. Ooooh... si anak ternyata tuna rungu. Di saat bersamaan, rasa kagum gw ke ibu itu langsung muncul. Menurut gw ya,, ibu itu pasti cukup sadar anaknya diliatin sama penumpang lain. Tapi dia dengan cueknya tetep ngobrol sama anaknya. Memperbaiki kata-kata anaknya yang tidak jelas. Ibu itu mengerti maksud anaknya dan membalas tiap kalimatnya. Gw di samping ibu itu rasanya pengen meluk dia langsung deh. Huuuu... terharu...

Baru merhatiin juga kalo anak itu pake alat bantu dengar. baru deh tambah ngerti lagi. Oooohh... si anak ternyata mengalami keterbatasan kemampuan mendengar sehingga kosakata yang dia miliki berbeda dari ibunya. Kemungkinan anak itu juga baru memakai alat bantu dengar tersebut belum terlalu lama. Setau gw sih emang udah lama tu alat keluar, tapi harganya cuy mahal pisan. Sekarang alhamdulillah mulai turun. Udah ada yang harganya 200ribuan.

Anak itu juga belajar berkata sejak bayi,, namun karena yang dia dengar berbeda dari yang diucapkan orang, kata seperti itu juga yang ia ucapkan. Dan ibu itu mulai dari awal lagi mengajarkan kosakata yang benar ke anak. Sesekali gw liat ibu itu memakai isyarat tangan kalo anaknya ga ngerti perkataannya.

Hiks, terharuuuuuu..... Perjuangan ibu itu luar biasa....

Oh iya, ini ada link yang gw temuin tentang bagaimana tindakan yang tepat untuk anak tuna rungu yang baru menggunakan alat bantu dengar. http://tunarungu.wordpress.com/ Isinya yaitu:

Prinsip Dasar Terapi Ellen
(Terapi terpadu = terapi mendengar + terapi wicara)

1. Mendengar melalui telinga yang dibantu ABD, bukan karena melihat gerakan tangan atau gerakan mulut.

2. Keterbatasan si anak dalam merespon pembicaraan kita adalah karena belum mengerti kata/kalimat yang didengar (keterbatasan kosa kata, karena baru mulai mendengar selama 2 tahun), sehingga perlu dibantu dengan gambar/gerakan tangan. Tetapi bantuan inipun sifatnya hanya sesaat dalam rangka memasok kata baru, setelah kata tersebut dimengerti, bantuan visual dihilangkan.

3. Karena itu yang penting adalah memasok kosa kata ke telinga Ellen, tanpa menuntut dia segera/langsung dapat mengerti apalagi mengucapkan. John Tracy Clinic menuliskan: untuk dapat mengerti suatu kata si anak harus mendengar 100 kali, untuk dapat mengucapkan ia harus mendengar 1000 kali. Jadi sejak Ellen memakai ABD kami konsentrasi memasok dan memasok kata ke telinganya (saat bercakap-cakap normal, maupun saat spesifik mengajarkan kata-kata baru).

4. Teknik berbicara adalah dengan volume suara normal di dekat telinganya. Hal ini bertujuan agar suluruh konsonan dapat ditangkap. Bicara pada jarak yang lebih jauh dengan suara keras (berteriak) menyebabkan yang ditangkap hanya vokal saja.

5. Kami telah menerapkan point 1-4 selama 1 tahun dan telah terbukti menunjukkan hasil yang baik. Pada akhir tahun pertama, dia baru memiliki bahasa reseptif (paham beberapa kata yang kami ucapkan tanpa dia melihat gerak bibir, tapi dia belum bisa mengucapkannya), lalu setelah itu mulai muncul kata-kata pertamanya (walau pengucapan tidak sempurna, tetapi konsisten), dan langsung disusul dengan kata-kata berikutnya. Metode ini biasa disebut teknik auditory verbal. Ini yang kami terapkan…

6. Kendala yang muncul adalah pengucapan yang masih sangat lemah, karena itulah atas saran John Tracy Clinic kemudian Ellen dibantu terapi wicara (di suatu RS). Terapis wicara membantu membentuk pengucapan Ellen dengan teknik terapi wicara terhadap kata-kata yang sudah dimengerti Ellen tetapi belum bagus pengucapannya. Walaupun hanya 4 bulan (terpaksa quit karena tidak tertampung jadwal baru mereka yang hanya pagi–siang), pola ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Metode auditory verbal + terapi wicara ini biasa disebut auditory oral. Ini yang kami lanjut-terapkan saat ini (dengan bantuan terapis wicara di sekolah).

Catatan:
- Penelitian modern menyatakan hampir semua anak tuna rungu masih punya sisa pendengaran (tidak 100% tuli). Sisa pendengaran ini dapat dioptimalkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD, walaupun tidak secanggih implan koklea).
- Tetapi memakai ABD tidak sama dengan orang memakai kaca mata, yang langsung bisa melihat dengan lebih jelas. Karena respon atas stimuli visual adalah langsung, sedangkan respon atas stimuli auditori adalah melalui tahap pemahaman/interpretasi dulu. Untuk mencapai tahap pemahaman yang penting adalah harus sering mendengar dan mendengar, dengan pengucapan yang jelas, kalimat pendek, dan jika perlu disertai bantuan visual: gambar & gerakan tangan (kadang tanpa bantuan akan sulit anak memahami kata-kata baru, mirip kita nonton film berbahasa asing dimana kita mendengar pemain berbicara cas-cis-cus tanpa kita menangkap artinya). Tetapi bantuan itu perlahan dihilangkan, sehingga nantinya hanya akan berkomunikasi secara verbal. (by: mama Ellen, edited by papa Ellen)


Gw mengucapkan selamat hari guru,,
Juga untuk orang tua yang menjadi guru pertama bagi anak-anaknya,, selamat berjuang
Mengutip kembali kata supir angkot, Allah Maha Kaya. Kalau Allah bilang "kun", apapun bisa jadi. Pasti ada makna lain yang Allah ingin kasih liat ke hamba-hamba-Nya
Dan yang Allah kasih liat ke gw hari itu adalah contohlah ibu itu, menjadi yang menguatkan ketika yang lain lemah. Kuatlah untuk suamimu, kuatlah untuk calon anakmu, dan kuatlah untuk keluargamu :*

No comments: