Sunday, December 28, 2008

27 Desember 2008

Sabtu, 27 Desember 2008 20:17 WIB

Metrotvnews.com, Gaza: Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku bertanggung jawab atas serangan udara ke Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (27/12). Menurut IDF, serangan besar-besaran ke Jalur Gaza, itu ditujukan untuk Hamas. Namun, sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Israel terkait serangan tersebut.

Selain menyerang kediaman pimpinan Hamas, serangan udara menggunakan jet tempur itu juga diarahkan ke berbagai fasilitas umum. Hingga saat ini, sudah 150 orang dilaporkan tewas akibat serengan tersebut. Dari sejumlah korban tewas tersebut, di antaranya adalah kepala polisi Hamas. Sebagian besar lainnya adalah warga sipil. Selain menewaskan ratusan warga Palestina, 250 lainnya menderita luka-luka.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Israel, terkait serangan udara tersebut. Sebelumnya, kabinet Israel memutuskan menggelar operasi militer ke Gaza, setelah musim dingin. Israel juga, kemarin, baru membuka perbatasan untuk mengizinkan masuk bantuan kemanusiaan. Serangan ini disebut-sebut serangan terbesar Israel di Gaza, dalam 10 tahun terakhir.(DSY)

http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=73464


Seperti dilaporkan stasiun televisi Al Jazeera yang dilansir dari Reuters, Sabtu (27/12), militer Israel mengatakan mereka telah mengadakan serangan yang menyasar infrastruktur teroris.

Menurut TV Al Jazeera mengutip pernyataan Kepala Layanan Ambulans Gaza, lebih dari 120 tewas terbunuh dan 200 lainnya terluka dalam serangan itu.

Jubir Kepolisian Hamas Islam Shahwan mengatakan sekelompok polisi di Kota Gaza sedang mengadakan upacara kelulusan taruna polisi saat serangan terjadi.

Kepala Polisi Tawfiq Jabber salah satu di antara yang tewas.

Saksi mata mengatakan serangan dilakukan pesawat dan helikopter tempur. Pelabuhan Gaza dan instalasi keamanan Hamas dilaporkan hancur. Asap hitam membumbung di atas Kota Gaza.

http://www.solopos.com/berita.php?ct=18959&d1=internasional


Sejak November, Israel memperketat pengawasan di Gaza untuk menekan kelompo-kelompok gerilyawan Palestina agar menghentikan penembakan roket ke wilayah negara Yahudi itu.

Gencata senjata enam bulan antara Israel faksi HAMAS, yang diprakarsai Mesir, telah berakhir 19 Desember, dan upaya untuk memperpanjang masa gencatan senjatan selama enam bulan lagi telah menemui kegagalan.

http://beritasore.com/2008/12/27/konvoi-bantuan-kemanusiaan-mesir-memasuki-gaza/


Akibat serangan Israel itu, muncul reaksi dari seluruh dunia. Amerika Serikat minta Israel menghindarkan jatuhnya korban sipil dalam memukul Hamas, tapi mereka juga mengingatkan agar gerilyawan Palestina menghentikan serangan roket. Inggris menyerukan pihak Israel menahan diri.

Presiden Mesir Hosni Mubarak mengecam Israel dan akan membuka perbatasan di Rafah untuk memudahkan korban melintas memasuki wilayah Mesir. Sekretaris Liga Arab, Amr Mussa, akan menggelar pertemuan mendadak hari ini untuk membahas agresi Israel itu. Ia juga minta Libya, yang sekarang anggota Dewan Keamanan PBB, menggelar pertemuan mendadak untuk membicarakan serangan tersebut.

http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2008/12/27/brk,20081227-152761,id.html


"There is no justification for this whatsoever," Riyad Mansour, the Palestinian U.N. observer, told reporters before the council began its closed-door consultations. "This collective punishment is inhumane, immoral and should be stopped immediately. There is no justification for punishing 1.5 million Palestinians in Gaza because of the actions of a few."
http://www.msnbc.msn.com/id/28397813/


Hanya bantuan seadanya yang bisa kuberikan kepada saudara-saudaraku di sana. Maafkan keterbatasan diri ini...

No comments: