Monday, July 21, 2008

An Excuse

Salah satu hal yang gw ga suka, selain ga ontime, adalah pembenaran. Pembenaran yang gw maksudkan di sini itu alasan-alasan yang emang bener ada untuk dimengerti, tapi menurut gw ga pantes dijadikan alasan. Memang hal kayak gini itu subjektif banget, well kadang-kadang juga objektif kok.

Yang sering gw temuin di kenyataan hidup ini adalah orang-orang yang menghindari perpecahan dengan memberi tahu ke gw alasan yang mereka kira bisa membuat gw mengerti. The problem is gw adalah orang yang suudzon mode-nya sering on. Agak-agak masalah juga di situ. Banyak kasus yang lebih sering gw tanggapi dengan nada curiga dulu, baru mulai gw tanya kebenarannya. Satu hal yang gw lakukan kalo udah gini cuman mendem dalam hati dulu, ga diomongin ke orang. Baru setelah gw tanya ke sana mari tentang kebenarannya, baru gw emengin ke mana-mana. Well,, not to everybody, paling gw cerita ke Kamel aja. Terus dia dengan sifat plegmatisnya akan mencoba membuat gw melihat dari sisi pandang lain.

Itu berhasil kok...

Kamel itu orang ketiga yang bisa membuat gw mengerti dengan bahasanya dan melihat dari sisi pandang lain. Yang pertama itu tante gw, yang kedua itu "You Know Who"... hehehehe...

Bizare to understand, sometimes people are getting very busy that they are forgot a little thing to do. Then sometimes that little thing to do is a big thing for everyone else.

Menyedihkan kalo udah sampe tahap ini. Gw sendiri mencoba menyelesaikan hal-hal yang diamanahi ke gw. Pastinya amanah itu yang menyangkut orang lain kan? Gw mencoba menanamkan dalam diri gw: Amanah ini bukan tentang gw aja, ini tentang orang lain, gw musti bertanggung jawab ngerjain ini. Gw akuin gw masih sering membuat excuse,, itu bukan contoh yang baik yah..

Gw mencoba ga menyepelekan apa-apa yang diamanahkan ke gw. Bukan seperti "Ah nanti aja. Gampanglah, sekalian lewat". Nyatanya sering orang lupa ngerjain. Aduh,, My Rabb,, semoga kami semakin expert memanfaatkan waktu kami,,

Ayolah aktifis kampus,, jadilah professional
Betapa negeri ini, bangsa ini, Islam ini menunggu kepemimpinan kalian
Jangan kecewakan mereka
BE A STRONG LEADER

No comments: